Untuk Senyummu

aku sedang mengalah usai bermain-main bersama lelah. mengikat sementara yang terluka, sambil menghirup udara hembusan rerumput dari jiwa paling gulana. aku sedang memuji kekuatan pohon cemara yang masih sempat untuk tegap dengan aku bersandar di bahunya. layaknya kamu.  saat aku bercerita, kau mendengarkannya dengan penuh telinga. bukankah itu pantas aku sebut romantis melebihi adegan dalam…

Koin Peyok

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk & menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok.” Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. “Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno”, kata teller itu memberi saran….

If You Miss Me

IF YOU MISS ME Iswadi Pratama If you miss me, please close your eyes and forget me Do you imagine tomorrow where I can not be there for you Nor need you recalled yesterday, because the memories are only memories Where I no longer real, and only should be forgotten And even if I could…

If You Forget Me

IF YOU FORGET ME Pablo Neruda I want you to know one thing. You know how this is: if I look at the crystal moon, at the red branch of the slow autumn at my window, if I touch near the fire the impalpable ash or the wrinkled body of the log, everything carries me…

Setelah Seorang Anak Diperkosa dan Dibunuh Teman Sebayanya

Setelah Seorang Anak Diperkosa dan Dibunuh Teman Sebayanya — Ayu Utami Jika empat belas remaja bergerombol memperkosa satu anak dara, kita tidak bisa berkata: “selalu ada psikopat di antara kita.” Jika empat anak tanggung berkawanan membungkam gadis yang sendiri, kita tidak bisa berkata: “wanita harus bisa jaga diri.” Jika sekumpulan lelaki merajam satu dua tiga…

Pohon Pohon Kersen

POHON POHON KERSEN Iswadi Pratama Aku pikir tak mengapa kalau aku tak menulis puisi lagi Berbelok dari jalan kecil itu, meninggalkan pohon pohon yang sedih Pohon pohon yang tiba tiba tumbuh ketika sepi mengelupas Dan malam cuma cemas Aku tak keberatan bila dilupakan Seperti lumrahnya seorang yang berangsur tua Bila sedikit beruntung, tetap diingat seperti…

Kenangan

KENANGAN Iswadi Pratama Kini apa yang kau dengarkan setiap saat  adalah sayup suara lautan kenangan. Tapi ombak dan gelombang perlahan akan reda, pekik camar menjauh. Dan di pantai yang redup,  deru kian sayup Kepadamu aku ingin datang. Kepadamu aku ingin  membukakan pintu di mana ingatan  menjadi penjara. Meraih tanganmu dan membenamkannya dalam jantungku yang tak…

Bila Kau Rindu Padaku

BILA KAU RINDU PADAKU Iswadi Pratama Bila kau rindu padaku, pejamkanlah matamu dan lupakan aku Jangan kau bayangkan hari esok di mana aku tak bisa ada untukmu Juga tak perlu kau kenang hari kemarin, sebab kenangan memang hanya kenangan Di mana aku tak lagi nyata dan hanya patut dilupakan Dan kalaupun aku bisa berada di…

Penulis Kedai (Bab 8) Awan

Awan duduk ditemani barisan kursi kedai yang sepi tak berpengunjung, terbang dalam lamunan ingatan bersama wanita yang kini menjadi pujaannya, Dewi. Terpesona dengan semangatnya yang tak kunjung padam, perempuan muda yang ingin meraih cita-citanya menjadi seorang penyanyi terkenal. Apalagi ditambah kemolekan paras dan tubuh seksinya. Bak tikungan berbahaya di puncak pass. Rambut Dewi yang hitam…

Cinta yang Agung

CINTA YANG AGUNG Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya.. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia..   Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’   Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu… Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan…

Aku Akan Melupakanmu Dengan Tenang

Aku akan melupakanmu dengan tenang Iswadi Pratama Aku telah mencintaimu terlalu dalam dan menerima begitu banyak rasa sakit namun karena itu, aku mendorong diriku untuk makin merindukanmu sampai sebuah perih yang tak tertanggungkan lagi, menghentikanku lalu aku akan tak mengharapmu lagi dan melupakanmu dengan tenang   kau mungkin masih akan memberiku sedikit kegembiraan –seperti biasanya—…

Puisi Iswadi Pratama

Tak pernah ia melukaiku setenang ini                                                                                            Begini lengkap : benih hujan di kelopak mawar                                                                          Berpendar darah di runcing duri, merah pudar Debar sunyi pada jantung yang terbakar                                                                                  Tembikar gosong penampung kenangan                                                                                     Tangan tangan yang sedih dan terlampau sabar Menebar angin di gurun dingin, kata demi kata                                                                               Melata di lanskap tanpa batas, lebur dan tertunda                                                                            Dari…